Rabu , Januari 17 2018
Berita Terbaru
Home / Panwaslu / Paslon Diingatkan Tak Curi Start Kampanye

Paslon Diingatkan Tak Curi Start Kampanye

JEPARA – Pasangan calon (paslon) peserta gawe Pilkada Jepara diingatkan tak melakukan curi start kampanye. Ada ancaman pidana bagi paslon, parpol pengusung, tim kampanye atau siapa saja yang melakukan pelanggaran pidana pemilu tersebut.
Berdasar jadwal KPU Jepara, Senin (24/10) ini, merupakan penetapan paslon peserta pilkada. Jika dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Jepara, maka dua bakal paslon yakni Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi dan Subroto – Nur Yahman akan resmi menjadi peserta Pilkada Jepara 2017.
Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Pemilihan Kabupaten Jepara, Muhammad Oliz mengatakan ada konsekwensi hukum bagi siapa saja yang terbukti melakukan curi start kampanye atau juga kampanye di luar jadwal.
Berdasar UU No 1 tahun 2015 tentang Pilkada, seseorang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan KPU dipidana dengan penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan atau denda paling sedikit Rp100 ribu atau paling banyak Rp1 juta.
“Masa kampanye sudah ditentukan sejak 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017 atau lebih dari 100 hari. Jadi setelah penetapan paslon hingga tiga hari sesudahnya belum waktunya kampanye, makanya jangan curi start,” kata Oliz, Minggu (23/10/2016).
Berdasar PKPU No 12 tahun 2016, definisi tentang kampanye “lebih luas” dibanding regulasi sebelumnya. Yakni  kegiatan menawarkan visi misi, dan progam paslon atau informasi lainnya yang bertujuan mengenalkan atau meyakinkan pemilih.
Jika merujuk pengertian PKPU tentang Kampanye, kata Oliz, alat peraga milik paslon yang dalam beberapa hari terakhir terpasang di berbagai titik “berpotensi” memenuhi unsur kampanye.
“Padahal selama kurun waktu sejak penetapan paslon hingga 27 Oktober, masih dilarang untuk kampanye. Ini harus jadi perhatian bersama,” terangnya.
Sementara itu, Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Panwas Pemilihan Kabupaten Jepara Arifin mengatakan pihaknya jauh-jauh hari sudah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak termasuk tim kampanye bapaslon. Rapat itu menghasilkan kesepakatan bersama terkait pemasangan alat peraga. Termasuk juga upaya penertiban untuk alat peraga yang melanggar ketentuan semisal dipasang di area sekolah, tempat ibadah atau dipaku di pohon.
“Akhir pekan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Panwas, pihak kepolisian dan lainnya sudah bergerak melakukan penertiban. Dan hasilnya ada ratusan alat peraga yang kita tertibkan baik milik tim Madani maupun Sulaiman,” jelas Arifin yang juga Ketua Panwaslih Jepara ini.
Arifin mengimbau agar seluruh pihak tetap menaati aturan main gawe pilkada. Selaku quality control pemilu, Panwaslih Jepara akan terus menggelar berbagai langkah strategis agar gawe pilkada di Kota Ukir berjalan demokratis, bermartabat dan berintegritas.
“Silahkan kampanye pada waktunya dan sesuai ketentuan. Selain menunjukkan bahwa paslon taat aturan main hal itu juga bagian dari pendidikan politik yang baik kepada masyarakat,” tandasnya.

Penulis : Panwas Jepara

About Humas Bawaslu

Check Also

Langgar Ketentuan Apk dicopot

Langgar Ketentuan, APK Paslon Dicopot Paksa

JEPARA – Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Jepara bersama Satpol PP Rabu (18/1) mencopot paksa alat …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *