Rabu , Agustus 23 2017
Berita Terbaru
Home / Dr.H.TEGUH PURNOMO, SH, M.Hum, M.Kn

Dr.H.TEGUH PURNOMO, SH, M.Hum, M.Kn

teguh purnomo

Dr. H.Teguh Purnomo,SH,M.Hum, M.Kn

 

MENCEGAH SEBELUM MENINDAK

Teguh, panggilan akrab dari seorang pria tiga orang anak yang bernama lengkap Dr.H. Teguh Purnomo, SH, M.Hum, M.Kn adalah pria yang selama ini malang melintang di dunia aktifis hukum dan pernah satu yayasan dengan tokoh yang cukup dikenal publik yaitu Almarhum Munir, aktifis hukum yang pengusutan kematiannya belum tuntas, dan juga yunior dari aktifis hukum kawakan Bambang Widjojanto dan Adnan Buyung Nasution saat masih aktif di YLBHI-LBH Yogyakarta. Teguh yang juga suami dari Hj.Umi Mujiarti,SH seorang Advokat perempuan di Kota Kebumen ini, merupakan sosok yang dikenal sering berseberangan dengan struktur pemerintahan dan militer saat melakukan advokasi kasus-kasus publik. Dia  lahir di Kebumen, pada 25 Mei 1971 di sebuah desa pegunungan yang terletak di perbatasan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo, tepatnya di Desa Padureso, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen. Ayah dari  Yustisia Abhi Praya, Azzira Ichlasul Amal dan Fatimah Az-Zahra ini, saat ini sedang diberi kepercayaan sebagai salah satu Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah.

Beberapa kasus besar yang sempat ditanganinya saat berada di YLBHI-LBH Yogyakarta antara lain pendampingan Warga Kedung Ombo    (   WKO ), kasus dibunuhnya Wartawan Bernas Udin, Sengketa Tanah Tegal Buret Kulonprogo antara Masyarakat vs Kodam IV Diponegoro, Sengketa Perkebunan Cipari Masyarakat vs Rumpun Sari Antan yang dikelola oleh TNI, Konflik Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Kebumen dengan TNI terkait pengelolaan tanah pertanian dan latihan perang yang dikenal sebagai Kasus Setrojenar dan beberapa kasus besar yang lain.  Karirnya di YLBHI-LBH Yogyakarta terakhir sampai menjadi Kepala Bidang Operasional dan selanjutnya juga sempat mewakili lembaga menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup      ( WALHI ) Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga salah satu pendiri Serikat Pekerja Hukum Progresif    ( SPHP ) yang ada di Yogyakarta saat itu.

Awal karirnya di dunia kepemiluan dimulai sejak yang bersangkutan pulang ke daerah kelahirannya dan menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen.  Teguh dipercaya menjadi Ketua KPU Kabupaten Kebumen selama dua periode yaitu mulai periode 2003/2008 dan 2008/2012. Karirnya menjadi penyelenggara Pemilu ternyata tak berhenti hanya di tingkat kabupaten. Pada saat Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Ida Budhiati terpilih menjadi anggota KPU Republik Indonesia, Teguh terpilih sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan posisi Ida Budhiati menjadi komisioner di KPU Provinsi Jawa Tengah. Belum selesai masa tugasnya dari KPU Provinsi Jawa Tengah, Teguh masuk ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah melalui seleksi yang cukup ketat oleh Timsel maupun Pimpinan Bawaslu RI.  Bersama 2 (dua) rekan lainya yang terpilih yakni Abhan, SH dan Juhanah, SPd.I, Msi, Teguh berusaha menjadi bagian Team Work yang solid di Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, dan dipercaya menjadi Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga yang saat ini divisinya berubah menjadi  Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga.

Sebagai salah satu Pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Teguh Purnomo bersama 2 (dua) Pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah lainnya telah teruji saat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2013, Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 serta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 yang berjalan lancar dan sukses. Bawaslu Provinsi Jawa Tengah bersama Panwaslu Kabupaten/Kota di Jawa Tengah juga mengemban amanah besar pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 21 kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang telah diselenggarakan 9 Desember 2015. Dan saat ini sedang disiibukkan dengan pengawalan Pilkada serentak tahap ke-2 yang akan dilaksanakan pada Februari 2015 yang akan datang. Teguh, sepintas jika dilihat orangnya pendiam, sepintas juga terkesan seperti bagian kelompok islam garis keras dengan ciri fisik yang melekat ( berjenggot, clana diatas mata kaki dan kening ada kehitaman ), namun jika sudah berkomunikasi dengan yang bersangkutan, semua terasa cair, walau dalam hal-hal tertentu, Teguh terkesan dan terkenal sebagai sosok yang tegas, lugas dan tanpa kompromi.

Masa kecil Teguh hingga Sekolah Dasar (SD) dihabiskan di desa yang letaknya dekat dengan Waduk Wadaslintang  perbatasan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo bersama orang tuanya. Ayahnya yang bernama H.Kahono seorang pensiunan guru SD dan simboknya bernama Kasini seorang pedagang di pasar tradisional di desanya, membuat Teguh harus prihatin dalam mengarungi masa kecil dan sekolahnya. Sebagai orang desa, dia harus berjalan kaki menuju sekolah. Jarak rumah hingga sekolah sekira dua kilometer. Tak jarang dia harus menenteng sepatunya dengan tujuan agar tidak cepat rusak. Selayaknya orang desa lainya, Teguh juga gemar menggembala kambing serta mencari rumput untuk memberi makan ternak sapi yang dipelihara orang tuanya, dengan terus diberi motifasi bahwa hasil penjualan ternak kambing dan sapinya itu, nantinya untuk biaya sekolah di kota menggapai cita-citanya.

Usai menamatkan Sekolah Dasar Teguh melanjutkan Sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kebumen yaitu SMP Negeri 2 Kebumen. Karena letak SMP Negeri 2 Kebumen jauh dari rumah orang tua, dia tinggal di kos jauh dari desa sekitar 30 km. Hal ini berlanjut hingga SMA ketika Teguh diterima sekolah di Purworejo.

Setelah merampungkan sekolahnya di SMA Panbers  Purworejo, Teguh melanjutkan pendidikan tinggi. Kota yang dituju adalah kota budaya dan kota pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di Kota Yogyakarta inilah Teguh menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Proklamasi 45. Semasa mahasiswa S1 Teguh nyambi berjualan rokok dan teh botol di kampusnya, dan saat hari-hari libur juga menjadi tukang foto keliling langsung jadi ditempat-tempat wisata yang ada. Menjelang selesai kuliah S1 nya, Teguh  diterima sebagai volunteer di LBH Yogyakarta. Di LBH Yogyakarta ini, karir Teguh menanjak hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua yang saat itu dikenal sebagai Kepala Bidang Operasional YLBHI-LBH Yogyakarta.

Perjalanan hidup berikutnya, Teguh menimba ilmu hukum Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan selesai pada tahun 2005. Menyadari pentingnya terus menuntut ilmu, kini Teguh di Semarang juga telah selesai menempuh pendidikan S2 Notariat di Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) 1945 Semarang yang telah lulus Oktober tahun 2015. Sembari mengambil S2 Notariat, Teguh sekaligus  menempuh Pendidikan Doktor Ilmu Hukum(S3) di UNISSULA Semarang dengan disertasi terkait dengan Pemilu di Indonesia dan telah LULUS pada 16 September 2016 dengan predikat CUM LAUDE. Jika ditanya cita-citanya kedepan, Teguh hanya mengatakan, bahwa ikhtiar manusia adalah berusaha untuk menjadi manusia yang bermartabat dan berguna selagi masih di dunia. Allah, kata Teguh, pasti akan memberikan peran dan hasil terbaik, untuk kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan yang perlu diingat, karena sayangnya Allah sama kita, terkadang tidak semua keinginan kita pasti akan dikabulkanNya, karena keinginan belum tentu pas dengan yang kita butuhkan… Ikhtiar fisik dan ibadah yang maksimal, dan berbuat baik pada alam dan sesama, saling membantu dalam kebaikan, akan membantu memperlancar ikhtiar kita. Aamiin

Nama : Dr.H.TEGUH PURNOMO,SH,M.Hum,M.Kn
Tempat,tanggal lahir : Kebumen, 25 Mei 1971
Jabatan : Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Tengah
: Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga
Agama : Islam
Alamat : Jl.Sarbini No.128 Perum Griya Muslim Kebumen
Kantor : Jl.Atmodirono No. 12 a Semarang Jateng
Telp/fax : ( 024 ) 8450728 / HP/WA 081 215 19320 BB 5c9ac837
E-mail : teguh_sphp_kebumen@yahoo.com