Selasa , Agustus 22 2017
Berita Terbaru
Home / Panwaslu / DPT Masih Belum Valid,Ratusan Orang Mati Masih Masuk DPT

DPT Masih Belum Valid,Ratusan Orang Mati Masih Masuk DPT

DPT Masih Belum Valid

JEPARA, Bawaslu Jateng – Daftar Pemilih Tetap (DPT) gawe Pilkada Jepara 2017 masih belum valid. Panwas Pemilihan Kabupaten Jepara merekomendasikan kepada KPU setempat agar membenahi DPT tersebut.
Berdasar hasil penyisiran PPL, Panwascam serta Panwas Pemilihan Kabupaten Jepara masih terdapat nama bermasalah dalam DPT. Rinciannya, warga yang sudah punya hak pilih tapi belum terdaftar dalam DPT sebanyak 38 orang, pemilih sudah meninggal dunia namun masih tercatat dalam DPT sebanyak 494 orang, pemilih telah pindah domisili sebanyak 111 orang, pemilih dengan NIK ganda sebanyak 1077, serta pemilih nama ganda sebanyak 4063.
“Nama-nama tersebut tersebar di berbagai desa maupun kecamatan,” kata Ketua Panwas Pemilihan Kabupaten Jepara, Arifin, Selasa (17/1/2017).
Menurut Arifin, data hasil penyisiran jajaran panwas riil sesuai kondisi di lapangan. Sebab nama, alamat atau NIK pemilih bermasalah itu jelas dan bisa dilacak.
Ia mencontohkan warga yang sudah punya hak pilih tapi belum terdaftar dalam DPT. Semisal nama Nur Ali Ikhwan, Wardi AS, Bambang Sutikno yang merupakan warga Kelurahan Panggang Kecamatan Jepara. Atau nama Endang Urifah dan Zulfa Aulia Rohmatin yang merupakan warga Desa Kalianyar Kecamatan Kedung.
Sedang pemilih meninggal dunia namun masih tercatat dalam DPT juga tersebar di berbagai lokasi. Semisal di Desa Kedungleper Kecamatan Bangsri sebanyak 14 pemilih. Data terkait nomor TPS maupun nomor urut DPT pemilih tersebut lengkap dan bisa dilacak di lapangan.
“Data nama bermasalah ini akan direkom kepada KPU agar segera dibenahi,” ujar Arifin.
Komisioner Panwas Pemilihan Kabupaten Jepara, Taskuri menambahkan DPT yang tidak valid berpotensi memunculkan gugatan dari pihak-pihak yang tak puas dengan hasil pilkada. Oleh karena itu, Taskuri mendesak KPU Jepara dan jajarannya terus melakukan pemeliharaan DPT hingga hari H pencoblosan. Jangan sampai ada pemilih yang tak memenuhi syarat namun tercatat dalam DPT. Atau sebaliknya yakni warga yang sudah punya hak pilih namun tak tercatat dalam DPT.
“Menyalurkan hak pilih saat gawe pemilu itu hak konstitusional warga. Meskipun hanya satu suara tetap harus dikawal karena itu yang akan menentukan wajah Jepara lima tahun mendatang,” tandas Taskuri.

Kontributor : Panwas Jepara

About Humas Bawaslu

Check Also

Langgar Ketentuan Apk dicopot

Langgar Ketentuan, APK Paslon Dicopot Paksa

JEPARA – Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Jepara bersama Satpol PP Rabu (18/1) mencopot paksa alat …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *